Selasa, 06 Oktober 2015

“LELAKI” ku







Untuk lelaki yang begitu hebat,
Yang cintanya penuh dan tulus tercurah
Yang hatinya begitu tabah
Yang pengorbanannya kadang tak kuindahkan
Untuk lelaki yang tersetia sepanjang hidupku
Yang marahnya adalah caranya menjagaku
Yang kejamnya sebagai kekokohanku
Yang kemurahannya sesalu kusiakan
Yang sabarnya selalu ku abaikan
Untuk lelaki yang selalu tau keadaanku
Yang doanya tak henti mengalun
Yang kejailnya sangat kurindukan
Yang sayangnya tak minta imbalan
Yang kekecewaannya cukup dipendam
Yang kesedihannya dalam diam
Untuk lelakiku yang kekuatannya tak pernah habis
Yang telah memberiku kebahagiannya yang seutuhnya
Yang memberiku apapun yang ia punya
Yang, yang dan yangnya tiada habisnya
Maaf masih menyusahkan
Masih bisanya meminta
Masih merengek
Masih mengeluh ini itu
Masih acuh saat ditegur
Masih melawan saat diperingatkan
Masih mengertak
masih dan masih lagi
Untuk lelaki yang kusebut bapak tapi kadang hormatku tak ku utamakan
Sejauh apapun aku melangkah
Sepanjang apapun jarak yang kutempuh
Selama apapun waktu yangku lalui
Sesukses apapun keberhasilanku kini dan nanti
Sebahagia apapun perasaanku saat ini
Sebaik apapun keadaanku saat ini
Aku berhutang banyak padamu,
 Aku berhutang segalanya padamu selama hidupku dan tak bisa kusebutkan satu persatu.
Untuk bapak yang amat sangataku rindukan, aku ingin mengucapkan terimakasih untuk cinta dan bahagia selama ini
Apa kabar bapak hari ini?
Semoga bapak selalu baik dan tetap jadi ada dan siaga.
Terimakasih pak, aku merindukanmu sangat.


Rabu, 30 September 2015

K.I.T.A



Kita berpijak dijalan yang sama
Memandang langit yang sama dalam kelamnya malam
Desir angis menyapu hangatnya tawa-tawa riang 
Kita menyapa pagi yang sama
Dengan kabut tebal yang menghalangi pandangan
Dengan tatapan kedepan
Dengan langkah terarah
Menegakkan badan yang sempat lelah dan hampir menyerah
bergandeng tangan erat-erat ketika saling terjerat
Kin waktu telah berlalu 
Dan kita akan bertemu diwaktu yang Tuhan mau
Untuk K.I.T.A.

Jumat, 06 Februari 2015

 
    Awan itu punya filosofi. Ya karena bentuknya yang selalu berubah, harus rela meluruh menjadi rintik hujan. Bentuknya selalu berubah mengikuti hukum alam. Jatuh ke sungai, mengalir kelaut terus menguap ke langit dan kembali menjadi awan lagi. Bukankah titik hujan tak pernah berrtanya kenapa mereka harus meninggalkan tahta langit saat harus jatuh membasuh bukit.