Senin, 11 November 2013

“Kutilang” Qori’ah dari SMA N 2 Wonosari
 




Latifah Sri Mastuti, kelahiran Gunungkidul 8 Desember yang tahun ini berusia 17 tahun, dalam asmaul husna Latifah berarti maha lemah lembut, nama yang tepat untuk gadis yang kini duduk dibangku SMA ini. Ia adalah seorang jagoan tilawah yang telah menjuarai perlombaan-perlombaan MTQ di bnerbagai tingkatan mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional dan telah mengharumkan nama SMA N 2 Wonosari di luar daerah.
    Putri bungsu dari 2 bersaudara ini mengaku bahwa telah menekuni dunia MTQ sejak ia duduk di bangku SD. Kemampuannya dalam bertilawah Al Quran ini ternyata dituruni dari ibunya yang juga memepunyai kemampuan yang sama. Menurut putri dari Bapak  Banari ia mencintai seni tilawah Al Quran bukan semata-mata untuk diperlombakan akan tetapi juga dapat menambah ilmu, pengalaman, teman dan orang yang besar yang patut dicontohnya untuk menjadi lebih baik. Dari kegiatan yang ditekuninya, kini ia telah memperoleh berbagai penghargaan yang membuat bangga kedua orang tua dan sekolahnya, tidak hanya itu Latifah sudah berkali-kali terbang keluar daerah untuk mewakili DIY dalam perlombaan. Dalam wawancara beberapa hari yang lalu ia mengutarakan kiat-kiat yang selalu dilakoninya selama ini “ ...yang saya lakukan selama ini hanya selalu berlatih, dan mengurangi konsumsi es dan gorengan apabila mendekati hari perlombaan. Itu saja”. Terakhir tanggal 24 oktober yang lalu iaberhasil memboyong piala kemenangan ke SMA N 2 Wonosari di

tingkat provinsi. Usahanya selama ini membuahkan hasil ia bisa mendapatkan yang ia inginkan dengan usahanya sendiri. Namun setiap kali mencapai tingkat nasional ia belum memiliki kesempatan membawa pulang medali kemenangan di karenakan lawan yang ditemuinya di tingkat nasional memiliki kemampuan yang cukup sulit untuk ditaklukkan, berbeda halnya dengan lawannya di tingkat provinsi. Saat ini banyak yang mengaguminya bukan hanya siswa namun guru-guru di sekolahnya juga sangat membanggakan latifah karena prestasinya. Menurut salah satu guru pengampu PAI di SMA N 2 Wonosari ibu Dra. Hj Siti Suwaibah, latifah itu patut dicontoh karena kerajinannya beribadah, taat agama, pandai baca al quran.
    Gadis yang lahir dan besar di Mulusan, Paliyan ini mengaku ia mendapat motivasi untuk terus berkarya dibidang tilawah dari ibunya yang selalu mendampinginya belajar dan mengajarinya. Do’a dari orang tuanya merupakan salah satu kunci kesuksesaannya pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar