Selasa, 03 Juni 2014

oh hujan ♥

“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
~Sapardji Djoko damono, Hujan Bulan Juni~

“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”  
~Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita Tentang Kita~

“...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...” 
~Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita Tentang Kita~

“Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki.”  
~Goenawan Muhamad, Catatan Pinggir~

“Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.
Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.
Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan.
Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini.
Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.
Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah.
Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata.
Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.
Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.” 
~Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita Tentang Kita~

“Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.”  
~Windry Ramadhina, London: Angel~

“Aneh, memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan.” 
~ Laksmi Pamuntjak, Amba: Sebuah Novel~

“Hujan turun membawa serta malaikat surga.”
~Windry Ramadhina, London: Angel~

“Setiap hujan punya satu pelangi, sayang. Hanya mata kita yang terkadang tak mampu melihat.”
~Dini Meditria~

“Hujan...tanpa perlu kau minta aku merindumu sepanjang masa bahkan Ketika kau baru saja menyapa bumi hingga basah...” 
~Hazana Itriya~

“tidak banyak tahu, tentang aku dan hujan
di setiap tetesnya luruh jatuh menunuju bumi
di setiap bulirnya menyentuh tanah
di setiap rinainya menerepa wajah
kutitip segenggam rindu
kulirih sejuta pinta
kupanjat doa dalam harapku
semoga senyummu selalu merekah
walau berselimut lelap” 
~Majdy~

“Keadaan langit selalu lebih baik setelah hujan. Kamu hanya harus meyakininya.” 
~Nunna Lita~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar