Kamis, 15 Januari 2015

Hujan
Iya hujan, yang kutunggu ketika yang ada mulai tiada
ketika yang dekat mulai jauh
ketika yang nyata mulai semu

Iya hujan, yang kunantikan aroma yang melekat padanya
tentang teriakan yang tak terhiraukan
tentang sejuta rintikan yang jatuhnya menyulam pipi

Iya hujan, yang kuinginkan, yang menyamarkan setiap tetes yang berlinang
setiap peluh yang menggenang

Dan akan tetap hujan yang kunantikan bersama kenangan yang tak akan pernah tersapukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar