Hujan
Iya hujan, yang kutunggu ketika yang ada mulai tiada
ketika yang dekat mulai jauh
ketika yang nyata mulai semu
Iya hujan, yang kunantikan aroma yang melekat padanya
tentang teriakan yang tak terhiraukan
tentang sejuta rintikan yang jatuhnya menyulam pipi
Iya hujan, yang kuinginkan, yang menyamarkan setiap tetes yang berlinang
setiap peluh yang menggenang
Dan akan tetap hujan yang kunantikan bersama kenangan yang tak akan pernah tersapukan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar